Google dan 47 perusahaan internasional lain telah dituntun di pengadilan negeri Amerika karena melanggar hak cipta dari merek “Android”.
Ke 47 perusahaan yang dituntut Specht itu adalah Google, Open Handset Alliance, KDDI Corporation, NTT DoCoMo, Softbank, Spring Nextel, T-Mobile, Telecom Italia, Telefonica, Vodafone, AKM Semiconductor, Audience, ARM, Atheros, Broadcom, Ericsson, Intel, Marvell Semiconductor, Nvidia, Qualcomm, Sirf Technology, Synaptics, Texas Instruments , Asustek, IITC, Huawei, LG Electronics, Motorola, Samsung, Sony Ericsson, Toshiba, Ascender, Ebay, Living Image, Myriad, Nuance Communications, Omron Software, Packet Video,SkyPop, Sonivox, Aplix, Borqs, Noser Engineering, TAT – the Astonishing Tribe, Teleca, Wind River dan Garmin International.
Dalam tuntutannya, Specht ingin pihak pengadilan Illinois, AS melarang ke-47 perusahaan di atas agar tidak menggunakan kata Android dan memberinya ganti rugi.
Asal Usul Android bagi Google dan Erich Specht
Bagi Google, Android adalah sebuah sistem operasi open-source berbasis Linux untuk telekomunikasi genggam bergerak yang diperkenalkannya pada November 2007 silam.
Sedangkan Erich Specht adalah seorang developer software dan ISP di Palatine, Illinois, yang mengembangkan software dengan nama Android Data untuk administrasi remote situs-situs Web. Specht menggunakan nama Android Data “untuk mengkomunikasikan komunikasi seamless, dua-arah, nyaris bergaya robotik dari data antara klien dan sebuah pusat data di sebuah lokasi yang remote.”
Pada 4 Juni 200, Specht mendaftarkan merek Android Data sebagai nama merek dan perusahaannya pada US Pantent and Trademark Office (USPTO), dan permohonannya disetujui pada 22 Oktober 2002. Ia mengatakan ketika itu ia diminta untuk tidak menyertakan kata “data” dalam hak eksklusifnya. Namun pada 31 Oktober 2007, Google memasukkan permohonan untuk kata “Android”. Permohonan Google ditolak karena bisa dikacaukan dengan merek yang sudah dimiliki Specht.
Persengketaan Merek Andorid
Google mengajukan permohonan pendaftaran merek ke USPTO untuk Android pada bulan oktober 2007 tetapi permohonan tersebut ditolak pada bulan Februari 2008 dengan alasan yang cukup sederhana yaitu: karena Google dan Specht bergerak dalam bidang yang sama yaitu software and jasa yang terkait dengan software tersebut maka pelanggan dapat dibinggungkan dengan berpikir bahwa barang dan jasa tersebut berasal dari sebuah sumber.
Google mengajukan keberatan dengan mengatakan bahwa merek Android Data tidak digunakan sejak 3 tahun dan perusahaan tersebut telah bubar selama lebih dari 4 tahun, jadi tidak mungkin adanya kebingungan diantara kedua nama tersebut. Namun USPTO menyatakan keputusannya bersifat final.
Googl rupanya pantang menyerah dengan mencoba lagi pada bulan November, dengan meminta penagguhan merek hingga masalah penggunaan merek tersebut bersifat final, USPTO mengabulkan permintaan tersebut.
Specht mengajukan tuntuan tersebut tanggal 30 April 2009, menuntaskan dugaan bahwa ia akan melepaskan merek tersebut. Specht mengajukan tuntutan setebal 71 halaman dengan mengatakan Google telah mencuri mereknya dan bertanya kemudian. Pada detail tuntutannya Specht menyatakan bahwa perusahaannya masih aktif dan meminta agar para tergugat menghentikan semua kegiatan marketing mereka karena merusak citra merek Android yang telah ia bangun selama ini.
Tuntuan ini tentu saja berlatar belakang materi yang meminta agar Google dan ke-47 perusahaan tersebut masing-masing membayarkan ganti rugi sebanyak 2 juta dollar.
Dengan semua persiapan yang Specht ajukan untuk meluncurkan produk softwarenya dengan merek Android pada bulan-bulan mendatang maka Google dan ke-47 perusahaan tersebut kemungkinan akan kalah dalan sengketa merek ini. Mungkin saja dengan beberapa puluh juta dollar Specht akan menjual merek tersebut dan menyelesaikan sengketa ini diluar pengadilan.
