RPM Diharapkan Dapat Kurangi Akses Ke Situs Porno

Menkominfo Tifatul Sembiring tetap berkeras untuk mempertahankan RPM Konten Multimedia. Situs porno yang mudah diakses oleh anak-anak menjadi salah satu pertimbangannya.

“Saya baru tahu bokep. Ada SMU bokep, SMP bokep. Itu porno semuanya. Rekaman berisi hubungan bebas, banyak sekali berapa halaman. Internet sekarang bebas diakses. Dengan Rp3 ribu saja sudah bisa diakses. Mohon jadi perhatian kita semua,” ujar Menkominfo di Jakarta. Rabu (24/2).

Pihaknya akan menurunkan tensi perdebatan soal RPM Konten Multimedia di masyarakat. Ia sementara akan menampung seluruh masukan dan membahasnya secara internal serta menahan diri berkomentar di media. Waktu pembahasan tak ditargetkannya. “Cooling down itu supaya tidak terus menerus menjadi polemik,” jelasnya.

Uji publik yang dilakukan Kemenkominfo bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, Kemenkominfo menguji publik pada 2006 dan 2008 tanpa ia merinci hasil uji publik tersebut. Ia menilai sangat wajar jika peraturan tersebut diujipublikkan dalam negara demokrasi. Hal itu dilakukan agar dapat menjaring koreksi dan masukan. Ia berharap publik tidak terkesan mengharamkan hal tersebut.

“Kami ingin menyampaikan semangat untuk menyusun itu. Mencoba membatasi distribusi konten pornografi, perjudian, kekerasan, blasphemy, seperti memposting file yg menghina kehidupan beragama. Tapi, kalau menutup ISP, itu seperti menutup jalan tol, semua nanti terganggu,” sambungnya.

Ia menekankan bahwa Kemenkominfo akan berintrospeksi agar ICT yang menjadi kewenangannya tidak hanya bisa menghasilkan PNPB terbesar, tetapi bertanggung jawab soal pembangunan karakter. “Kita justru ingin dapat masukan, perbaikan. Ada pengaduan masyarakat. Kebebasan seseorang tidak mengganggu kebebasan orang lain,” tandasnya