Twitter Memang Membosankan

Twitter mungkin adalah media networking sosial yang paling bersinar dan cemerlang sehingga menarik sejumlah nama selebriti yang ikut bergabung seperti Oprah Winfrey, Ashton Kutcher dan Britney Spears. Tetapi setelah kilauannya hilang, banyak pemakai twitter menemukan bahawa tidak ada gunanya untuk memakai Twitter.

Pemakai Twitter kebanyakan tertarik bergabung karena banyak sekali selebriti yang terang-terangan memakainya hingga memberikan Twitter tenaga publisitas yang menarik.

Tetapi menurut penelitian yang terbaru sekitar 60% dari pengguna baru Twitter gagal untuk kembali login pada bulan berikutnya sehingga dengan pengguna yang kembali hanya sebesar 40% akan sangat sulit bagi Twitter untuk dapat tetap eksis didunia maya. Nilai pengguna tetap Twitter dahulu hanya 30%, mungkin Twitter seharusnya berterima kasih pada Oprah karena sejak dia bergabung bersama Twitter dan mendapat sekitar 700.000 pengikut setia, angka retensi Twitter melonjak menjadi 40%.

Angka retensi yang berkisar pada 40% hanya memungkinkan Twitter menguasai 40% pasar dunia maya. Meskipun angka retensi yang tinggi sama sekali tidak berarti pengguna yang masif dan banyak tetapi angka retensi ini adalah hal pertama yang dibutuhkan bila ingin mencapai skala penetrasi pada dunia maya internet.

Belajar dari pengalaman media networking sosial yang paling masif dan besar saat ini seperti MySpace and Facebook, pada saat awal peluncuran mereka telah memiliki persentase retensi pengguna yang tinggi bahkan hingga saat ini angka itu berkisar pada 70% dan memiliki trend meningkat dimasa yang akan datang.

Twitter telah menikmati banyak sekali keuntungan dalam beberapa bulan terakhir ini tetapi apabila Twitter tidak melakukan langkah untuk menaikan persentase retensi penggunanya, mungkin Twitter akan segera berakhir dengan tragis.